Blog Single

05 Dec

Koperasi adalah Wadah Eksplorasi Kreativitas

“Saling menyehatkan, saling membahagiakan”, ini adalah moto dari sebuah Pasar Rabu Tani (PRT). PRT ini beralamat di Palimo Cluster, Jl. Sungai Balang, No. 29, Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Pasar ini adalah hasil dari inisiasi dari sebuah Koperasi Pemasaran di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Koperasi ini bernama Koperasi Mandiri dan Merdeka (KMDM) yang secara resmi berdiri pada 20 Januari 2020. KMDM ini terlahir hasil dari buah pikir sejumlah dosen muda dari Universitas Andalas (Unand), salah satunya adalah Virtuous Setyaka, yang tergerak untuk memuliakan petani melalui jalan koperasi.

PRT sendiri adalah sebuah wadah atau ruang yang menampung komoditas hasil pertanian dan peternakan dari para petani dan peternak di wilayah Kota Padang untuk kemudian dipasarkan. Belum genap setahun sejak pendiriannya, cakupan produsen komoditas pertanian dan peternakan di PRT sudah meluas tidak hanya di sekitar wilayah Unand. “Ini wadah untuk memasarkan produk petani peternak dari produsen dekat Unand, namun sekarang produsennya terus bertambah hingga di luar wilayah sekitar Unand”, ujar Virtuous Setyaka selaku inisiator dari KMDM.



Virtuous bercerita bahwa PRT ini adalah bentuk konkrit dari menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu dalam hal penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. Berawal dari penelitiannya dengan beberapa dosen dari Unand mengenai persoalan petani salah satunya dalam hal memasarkan produk atau hasil pertanian dan peternakan. Virtuous dan sejumlah dosen lainnya tergerak untuk menyelesaikan permasalahan pemasaran itu. “Saya ketika penelitian menemukan lima persoalan petani yang dikeluhkan pertama mengenai lahan, kedua mengenai modal, ketiga mengenai teknologi, keempat mengenai pemasaran, dan kelima mengenai kebijakan yang dianggap tidak berpihak ke petani kecil. Jadi dari proses seperti itu saya mengajak dosen dan temen2 muda untuk mengeksekusi persoalan keempat yang paling taktis direalisasikan”, cakap Inisiator KMDM itu .

Sejak pendiriannya, KMDM sudah berniat untuk membentuk sebuah koperasi yang melek digital. Salah satunya adalah dengan merekomendasikan arus transaksinya dilakukan secara digital (cashless society). Para penggagas ini sadar betul bahwa koperasi harus melek digital dan perkembangan untuk tetap eksis di masyarakat. Sehingga aktivitas pasar di PRT sendiri sangat minim adanya kontak fisik yang kentara antara penjual dan pembeli. Hal ini dilakukan juga sebagai bentuk jawaban adaptif dan aksi PRT untuk ikut serta memutus rantai persebaran virus Covid-19. “Sejak berdiri dari awal sudah kita konsepkan cashless society, memang dari awal koperasi yang akan melek digital. Kita dari awal sudah disiapakan berdiri seperti itu”, kata Virtuous Setyaka.

Pandangan visioner dan gagasan adaptif dari para inisiatornya inilah yang membawa PRT semakin eksis di masa Pandemi. Ketika banyak koperasi kebingungan atau gagap dalam menyikapi pandemi. Hal itu tidak terjadi pada PRT, justru masa pandemi ini adalah momentum untuk KMDM eksis dan mengepakkan sayapnya lebih luas melalui PRT. “pandemi justru jadi momentum buat KMDM dan ini terbukti produsen dari petani dan peternak terus bertambah untuk memasarkan produknya melalui PRT,” ujar Virtuous Setyaka.



Dosen – dosen muda Unand yang menjadi inisiator ini berasal dari berbagai latar pendidikan yang berbeda. Namun, dosen-dosen itu memiliki satu tujuan yang sama memandirikan dan memerdekakan masyarakat dengan merawat bumi melalui koperasi. Tujuan itu yang menjadi dorongan kuat Virtuous bahwa koperasi ini harus diperjuangkan dan eksis di masyarakat. Dorongan kuat itu yang menjadikan KMDM sekarang memiliki anggota dari berbagai wilayah atau tidak terbatas di wilayah Kota Padang atau Provinsi Sumatra Barat saja. Anggota KMDM sekarang ini sudah berbicara tidak hanya lintas kota atau provinsi namun juga lintas negara dan benua. “anggota kita itu tidak hanya tinggal di Kota Padang saja, kita membuka anggota anggota lintas negara dan salah satunya di benua Eropa”, kata Dosen Muda Unand itu.

Keanggotaan yang lintas negara ini sekaligus memecah paradigma atau image koperasi kaku dan tertutup. Sekaligus menjawab bahwa koperasi itu adalah sebuah entitas ekonomi yang menguntungkan secara bisnis dan diminati oleh masyarakat muda. Semua gebrakan baru dan inovatif yang dilakukan oleh KMDM itu bisa berhasil karena kefokusan, disiplin atau konsisten, dan kemauan untuk terbuka berkolaborasi dengan berbagai pihak. “berkoperasi itu butuh penuh waktu untuk menjalaninya. Sebagai ketua koperasi sendiri saya juga pikirkan dan rasakan bahwa kedisiplinan dan konsisten kelembagaan unit usaha pengelolaannya dan tidak kalah penting adalah kemauan untuk terbuka dan kolaboratif untuk siapapun”, kata Virtuous Setyaka. []


Anda bisa meninggalkan No. Ponsel bila memilih "Ingin memahami lebih lanjut"

Related Posts

Leave A Comment