Sesat Pikir Anggota Koperasi

Jika penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi kita tidak memuaskan, karena tidak melahirkan ide-ide segar atau inovasi yang renyah. Mungkin anggota-anggota kita memang malas berfikir dan berpartisipasi.

Bagi mereka, RAT hanya ajang serimonial pengurus atau debat kusir bagi para pendekar koperasi di masing-masing daerah, dilalah mayoritas anggota tidak merasa bertanggungjawab untuk sumbang saran yang bermakna.

Padahal koperasi  bisa melakukan hal-hal yang luar biasa, karena disini demokrasi dan partisipasi  merupakan urat nadinya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bersama. Tapi dalam situasi tertentu anggota-anggota di dalamnya bisa sangat mengecewakan ekspektasi kita.

Maka dari itu, siap tidak siap, koperasi harus bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah. Kita perlu berfikir matang dalam membuat rencana dan keputusan  bagi kebaikan bersama.

Membuat keputusan untuk kemajuan koperasi memang bukan sesuatu yang gampil.

Masih banyak koperasi kita yang belum sembuh dari kesesat berpikir. Kami melihat hingga saat ini ada empat sesat pikir yang meninfeksi koperasi di tanah air.

Pertama, adalah pemikiran selektif:   kecenderung anggota koperasi untuk memvalidasi ide yang disukai dengan mengabaikan ide yang lainnya.

Kedua, adalah pemikiran reaktif: kecenderungan anggota koperasi untuk bereaksi secara terburu-buru dalam merespon ide maupun situasi terkini.

Ketiga, adalah pemikiran asumtif: kecenderungan anggota koperasi mempercayain sesuatu tanpa bukti dan data.

Keempat, adalah pemikiran kelompok: kecenderungan anggota koperasi menyesuaikan diri dengan pendapat mayoritas yang belum tentu memiliki “ide berkualitas”.

Sesat pikir koperasi semacam ini tentunya sangat berbahaya. Cara berpikir banal, membuat koperasi kita stagnan, lambat, dan berpotensi menjelma menjadi parasit bagi ekosistem koperasi secara keseluruhan.

Percayalah tak ada yang lebih berbahaya daripada koperasi yang hanya menjadi kumpulan tubuh tapi tidak menjadi kumpulan ide-ide brilian. Dan, RAT adalah ritual besar bagi kita bersama buat membebaskan anggota-anggota koperasi yang memiliki pemikiran sesat nan terkutuk tersebut. (Wildanshah)