Optimalisasi Gerakan Koperasi di Tengah Pandemi

Di tahun 2020, pendemi dan resesi memukul telak kehidupan kita. Semakin banyak masyarakat di Indonesia yang menyadari bahwa roda perekonomian tidak berjalan dengan baik.

Perhatian stakeholder terbelah, antara menyelamatkan diri sendiri atau  ambil bagian mencari cara bertahan bersama-sama.

Kesenjangan ekonomi semakin parah, hierarki politik  mulai remuk akibat ketidakpercayaan publik terhadap elit-elit politik yang dinilai lamban merespon situasi.

Sebagian dari kita menilai  Indonesia sedang di jalan buntu. Memang,  butuh keberanian  mengubah model bisnis hari ini, terutama keberanian berpihak pada kesejahteraan bersama, alih-alih akumulasi modal pada segelintir golongan.

Kita perlu merenungkan untuk mentransformasi sistem ekonomi politik secara fundamental.

Secara khusus, negara perlu “menjinakan” korporasi agar menjadi bisnis yang inklusif dan memberikan jalan bagi koperasi untuk ambil peran lebih dalam pemulihan ekonomi nasional.

Koperasi bisa menjadi pondasi membangun masyarakat yang bekerjasama. Di berbagai belahan dunia, koperasi dan jaringannya berhasil berjuang melampaui krisis.

Kita dapat belajar dari koperasi di Australia, melalui  the Business Council of Cooperatives and Mutuals (BCCM), mereka membantu pemerintah untuk memperkuat bisnis rakyat yang terkena dampak pandemi.

Sedangkan koperasi di Iran, the Iranian Cooperators’ Association, berhasil mengorkestrasi bisnis kolektif di berbagai provinsi untuk memproduksi masker dan  alat pelindung diri (APD) untuk kebutuhan seluruh masyarakat.

Korea juga menarik, koperasi disana, yakni iCOOP mampu menggalang inisiatif-inisiatif baik untuk menyediakan alat-alat kesehatan untuk rumah sakit dan masyarakat-masyarakat miskin.

Bila cermat, belajar dari negara lain, pandemi bisa jadi peluang bagi koperasi menyerap partisipasi masyarakat atau anggota baru dengan skala besar.

Karena tidak pernah ada waktu yang lebih baik bagi para aktivis koperasi saat dimana semua orang mulai sadar kerjasama adalah juru selamat terbaik di masa-masa seperti sekarang.

Pandemi adalah momentum optimalisasi bagi koperasi, yang sebaiknya kita tidak abaikan. (Wildanshah)