Koperasi Perlu Knowledge Management

Knowledge management masih jadi benda asing bagi koperasi. Padahal knowledge management sendiri merupakan sebuah sistem yang nantinya akan mempermudah pengurus koperasi menintergrasikan sistem keanggotaan dengan teknologi.

Dalam knowledge management, peranan manusia jauh lebih utama daripada apapun.  Karena yang ditata bukan hanya  fungsi dari jabatan-jabatan, tapi mengelola pikiran-pikiran secara berkelanjutan.

Pikiran yang hebat tumbuh karena proses pembelajaran. Pemahaman bagaimana anggota-anggota kita belajar berkoperasi adalah tugas besar dari para pengurus untuk memanejerial pengetahuan agar tidak menempel pada personal tapi melekat pada lembaga.

Mudah untuk membuat perencanaan pendidikan koperasi, yang berat adalah metode penyampaiannya agar mudah dicerna oleh semua anggota bahkan yang awam sekalipun.

Sebelum pengetahuan diadopsi oleh para anggota koperasi, tahapan yang paling penting  adalah membuat pengetahuan tersebut bermakna, dan lebih bagus berguna bagi anggota-anggota kita.

Banyak sekali diskursus tentang koperasi baik di buku maupun di internet. Semua bisa mengaksesnya dengan mudah, efek sampingnya anggota kita memiliki persepsi yang beragam tentang koperasi. Ini yang seringkali memicu debat kusir “filosofis” yang benar-benar menghabiskan waktu juga tenaga.

Oleh sebab itu, tantangan selanjutnya, bagaimana kita dapat membantu anggota-anggota koperasi untuk memilah dan mengkurasi pengetahuan yang benar-benar bermanfaat untuk pengembangan koperasi kita.

Anggota-anggota kita belajar koperasi  dengan banyak cara, tapi intinya mereka semua belajar dengan mengobservasi atau meniru keberhasilan kelompok lain.

Mereka tidak memiliki waktu untuk membaca jurnal-jurnal ilmiah, mereka hanya butuh teladan dan kisah sukses agar mudah diikuti dan direplikasi diranah praktik.

Namun perlu diingat bersama, belajar bagi penggiat koperasi bukan hanya untuk menjadi lebih pintar. Mereka hanya butuh lebih sejahtera daripada sebelumnya.

Kita harus memberikan tujuan (goal setting) bagi mereka, misalnya dengan memberikan reward agar anggota-anggota selalu terpacu untuk belajar dan memproduki pengetahuan.

Cara ini terbukti ampuh untuk mengubah koperasi yang fixed mindset menjadi koperasi yang growth mindset.

Koperasi yang fixed mindset adalah koperasi yang menganggap kualitas SDM tidak dapat diubah. Sedangkan, koperasi yang growth mindset merupakan koperasi yang percaya kualitas SDM dapat ditingkatkan melalui serangkaian proses pembelajaran dan berbagi pengetahuan.

Mindset dalam memandang pengetahuan, menentukan apakah koperasi kita akan mengambil sikap optimis atau persimis, bekerja keras atau bermalas-masalan, tangkas atau lemas. Karena bagaimanapun juga, cara pandang kita terhadap pengetahuan sangat mempengaruhi keberhasilan koperasi kita di masa sekarang.

Maka dari itu, sebagai sesama penggiat koperasi di tanah air. Kita perlu bergotong royong untuk turut memproduksi pengetahuan koperasi dengan mendokumentasikan berbagai cerita sukses, keberanian inovasi, dan berbagai hasil riset yang dikurasi dalam satu platform bersama dan terus diperbaharui oleh konsorsium lintas koperasi dengan baik.

Upaya ini untuk memastikan setiap pengurus koperasi mendapatkan pengetahuan baru dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Membangun platform “pengetahuan koperasi” tentunya tidak mudah,  kita perlu bekerjasama, komitmen, displin dan alur kerja kolaborasi yang sistematis agar pengetahuan tentang koperasi dapat disajikan dengan mudah dan menyenangkan.

Dan, kami rasa, platform yang kita mimpikan bersama ini, hanya tinggal menunggu waktu untuk kita nikmati bersama-sama. (Wildanshah)