Koperasi Berambisi Besar

Koperasi yang sukses selalu didorong oleh ambisi yang besar. Ambisi ini menjadi bahan bakar bagi koperasi memaksimalkan potensinya, mengoptimalkan pelayanannya, dan memandu organisasinya beradaptasi dengan pergolakan zaman.

Menurut Firdaus Putra, seorang inovator muda koperasi di Indonesia, tanggung jawab sosial dari sebuah koperasi adalah memberikan kesejahteraan untuk banyak orang. Dengan demikian, koperasi kita dituntut menjadi besar agar membawa kebaikan yang jauh lebih besar.

Pekerjaan rumah dari koperasi yang membesar adalah membuat “investasi & kontribusi” dari anggota-anggota dapat dinikmati secara merata oleh semua pihak yang terlibat, bukan hanya pengurusnya saja.

Kami percaya, tokoh-tokoh koperasi yang berhasil  selalu berambisi besar. Mereka adalah orang-orang yang tidak hanya termotivasi untuk memperkaya diri, tetapi berusaha memandirikan orang lain. Karena mereka sangat yakin pada konsep “Mandiri Memandirikan” yang akan menjadi juru selamat masa depan umat manusia.

Namun, masih banyak juga, koperasi yang merasa puas dengan kondisinya hari ini, mereka masih asik menjadi koperasi yang “gitu-gitu aja”, maksudnya ujung-ujungnya duit, profit jangka pendek. Mental seperti ini perlu dikurang-kurangin

Para pengurus koperasi harus berorientasi jangka panjang. Dengan memandang masa depan sebagai tempat berlabuh. Koperasi kita baiknya tidak hanya sibuk ngurusi hitung-hitungan duit, tapi berusaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara hakiki.

Dengan demikian, kita harus memberikan pondasi yang kokoh kenapa koperasi kita harus besar?

Menurut kami, alasan terkuat koperasi kita harus besar adalah agar dapat meningkatkan kualitas hidup manusia, memperbaiki permasalahan sosial, menciptakan ekonomi yang ramah lingkungan, serta semakin peduli dengan nasib masyarakat yang berada di bottom of the pyramid.

Langkah ini  perlu diambil oleh koperasi. Sehingga kita tidak ketinggalan lagi dari korporasi besar yang saat ini juga sering mendukung berbagai gerakan sosial yang diinisiasi dan diperjuangkan oleh masyarakat sipil.

Ambisi besar menentukan daya imajinasi,  daya tahan dan daya juang koperasi dalam memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat bahkan menciptakan dunia yang lebih baik.

Ini yang membuat kami menilai, ternyata di lapangan, sebuah koperasi yang berambisi jauh lebih baik daripada koperasi yang hanya memilki segudang rencana.

Ingat kata, Walter H. Cottingham, Kecerdasan tanpa ambisi seperti burung tanpa sayap. Maka, ambisi harus menjadi sayap bagi koperasi untuk terbang lebih tinggi, melampaui masa lalu, menentukan visi yang lebih mendahului zaman, dan mendorong koperasi sebagai pergerakan masa depan. Karena rencana tanpa ambisi, hanya jadi program kerja yang membosankan! (Wildanshah)