Koperasi Bekerja Samalah dengan Konsumen

Koperasi identik dengan kerja sama. Meskipun masih ada beberapa koperasi yang mempersempit makna ini hanya pada dimensi bagi-bagi Sisa Hasil Usaha (SHU).

Kita perlu menghayati kerja sama dengan makna yang lebih progresif. Koperasi kita perlu pendekatan kerja sama yang lebih luas dengan melibatkan berbagai pihak khususnya konsumen sebagai mitra strategis dalam berbagai proses  berkoperasi.

Koperasi sebaiknya bisa menginisasi berpikir bersama. Maksudnya, koperasi dapat bekerja sama dengan semua pihak untuk memahami ekspektasi dan kebutuhan para konsumen. Serta menggali gagasan dan kesempatan baru dari berbagai sisi.

Koperasi kita bisa mengadaptasi metode crowdsourcing dengan pendekatan yang lebih personal. Misalnya, koperasi kita mengundang representasi setiap pihak untuk berkunjung ke koperasi kita untuk memberikan masukan untuk segala aspek mulai dari desain interior, pelayanan, seragam, ruang kantor dan lain-lain.

Koperasi kita bisa memobilisasi pendanaan bersama.  Ketika semua pihak sudah diberikan ruang untuk menyampaikan gagasannya, rasa memiliki terhadap koperasi pun akan lebih besar. Mereka akan menjadi agen yang loyal terhadap koperasi dan ingin menjadi bagian dari perubahan tersebut.

Koperasi bisa membuat platform crowdfunding untuk menyediakan kesempatan bagi semua pihak untuk memberikan bantuan dana dalam rangka mewujudkan ide-ide yang bisa bikin keren koperasi atau mendapat benefit finansial dari investasi mereka.

Setelah membuat platform crowdfunding, koperasi kita bisa mendorong perencanaan dan evaluasi bersama. Dimana, semua pihak termasuk konsumen dilibatkan dalam membuat perencanaan mengenai strategi maupun model bisnis, sekaligus mengevaluasinya.

Koperasi kita dapat memberikan insentif bagi siapa pun yang dapat mengevaluasi atau membuat perencanaan yang paling canggih dan berpotensi berdampak positif.

Prinsipnya, koperasi kita harus percaya bahwa dengan melibatkan semua pihak termasuk konsumen untuk bekerja sama maupun bekarya bersama adalah hal bagus.

Konsumen yang dilibatkan semakin sering, mereka akan semakin loyal dan miliitan. Mereka akan menjadi juru bicara, penjual,dan promotor koperasi kita.

Pada level ini,  koperasi kita bisa mendorong konsumen untuk menjual bersama. Saat ini orang-orang membuat keputusan membeli sesuatu selalu dari rekomendasi orang lain.

Kita bisa membuat sistem “anggota bantu konsumen” misalnya dengan imbalan harga diskon atau mendapatkan sembako bagi anggota-anggota koperasi yang mendapatkan konsumen baru.

Hasil dari melibatkan semua pihak terutama para konsumen dalam proses berkoperasi diyakni dapat memberikan nilai tambah pada semua pihak. Sehingga koperasi dan ekosistemnya secara keseluruhan berkembang lebih besar dan memiliki jangkauan yang makin luas. (Wildanshah)