Bangun Reputasi Koperasi di Jagat Digital

Reputasi sebuah koperasi, kini bisa dilacak dan diselidiki secara online. Buruk atau baiknya koperasi dinilai dari wajah mereka di dunia digital.

Dasar pemikirannya sederhana: semua orang kini berlalu lintas secara digital, setiap kali mereka membutuhkan sesuatu untuk dunia nyata, mereka akan mencarinya terlebih dahulu di dunia maya.

Bahkan ada anggapan, bila “sesuatu” tidak mudah ditemukan secara digital, berarti memang dia tidak pernah ada. Jadi, koperasi yang tidak memiliki website, email, Twitter, Tik Tok, Facebook, Instagram, Youtube atau platform digital lainnya, sebagus apa pun koperasi tersebut, mereka tidak akan pernah “dianggap ada” dihadapan siapa pun, baik oleh aktor-aktor pemerintah, agen-agen perusahaan hingga aktivis-aktivis organisasi masyarakat sipil.

Sederhananya, kita sebagai koperasi penting untuk beradaptasi dengan situasi ini. Kita perlu membuat divisi yang bisa membangun dan mengelola wajah koperasi di jagat digital.

Divisi ini bertugas untuk membangun reputasi koperasi secara online, memberikan layanan secara digital, dan membangun hubungan dengan komunitas-komunitas dari berbagai penjuru dunia.

Proses ini tidak mudah, tidak bisa dibebankan kepada satu hingga dua orang saja. Koperasi kita butuh divisi yang lengkap dengan talenta dan infrastrukturnya.

Semakin tampilan koperasi kita keren di platform digital, maka makin baik reputasi di mata publik, buah dari reputasi yang baik adalah modal sosial yang besar. Modal sosial merupakan sebuah kepercayaan masyarakat, dan kepercayaan adalah nilai tukar yang paling mahal  daripada “uang”.

Disini, tim yang memiliki kapasitas dan kompetensi adalah kuncinya. Mereka bertugas untuk mendapatkan kepercayaan publik, mereka dilarang melakukan publikasi membabi buta tanpa tujuan. Tanpa rencana komunikasi yang baik, media sosial koperasi kita hanya jadi aksi bunuh diri yang konyol.

Tugas bagi para penggiat koperasi untuk tidak membiarkan media sosial dikelola setengah-setengah dan serampangan. Membangun jejak digital dan reputasi koperasi setidaknya membutuhkan empat hal: Strategi, narasi besar, personifikasi, dan sumber daya.

Pengurus koperasi hari ini tidak bisa main-main dalam melakukan manajemen reputasi online, ini harus menjadi tugas prioritas yang dikawal dengan divisi yang tangkas. Karena divisi ini harus memahami topik-topik tertentu yang viral atau dekat dengan percakapan publik.

Divisi ini juga harus lincah, agar tidak ketinggalan isu, paling penting bagi divisi ini adalah upaya dalam memposisikan koperasi agar lebih bernilai dan relevan bagi perbincangan masyarakat internet.

Ingat, reputasi koperasi di ranah digital adalah sebuah investasi. Investasi ini penting bagi koperasi karena dapat menggiring persepsi masyarakat, meningkatkan jangkauan pemasaran, mengurangi biaya promosi, membangun citra koperasi, memulihkan nama baik koperasi, memodernisasi saluran komunikasi dan memperbaiki hubungan koperasi dengan anggota-anggotanya juga menjalin keterikatan dengan generasi yang lebih muda. (Wildanshah)