Blog Single

05 Dec

Mendorong Ekosistem Kreatif Malang Lewat Koperasi Mbois

Kota Malang di Provinsi Jawa Timur memiliki wadah kreatif yang bernama Malang Creative Fusion (MCF). Berawal dari ruang kreatif itu telah melahirkan bibit-bibit generasi koperasi baru yang kemudian terwadahi dalam ruang yang dikenal dengan Malang Koperasi Kreatif Mbois (MKKM). Koperasi ini didominasi oleh generasi millennial yang dibentuk sejak tahun 2017. Insiator dari berdirinya MKKM ini adalah Endahing Noor Suryanti yang juga pegiat Komunitas PELANUSA (Pelangi Nusantara).

MKKM ini dibentuk atas dasar dorongan komunitas kreatif di kota Malang untuk memajukan potensi ekonomi kreatif di Kota Malang. Bermodalkan pengalaman Yanti yang telah membangun PELANUSA selama lima tahun, tahun 2017 Yanti memutuskan untuk menginisiasi pembentukan MKKM. “Saya ingin membentuk koperasi anti-mainstream yang tidak hanya berbicara simpan pinjam”, ucap Yanti selaku ketua MKKM.



Sejak pendiriannya MKKM memang memilih fokus dalam hal produksi dan pemasaran ekonomi kreatif. Semua bentuk jenis koperasi dijajaki oleh MKKM kecuali jenis koperasi simpan pinjam. Hal ini sejalan dengan pengalaman Yanti selaku Ketua Pegiat PELANUSA selama delapan tahun yang juga fokus mengembangkan ekonomi kreatif sektor kriya kerajinan tekstil. “saya punya pengalaman membina koperasi PELANUSA yang core bisnisnya ke produksi untuk melahirkan pelaku wirausaha bisnis tekstil baru di sektor kriya”, cakap ketua MKKM itu. 

MKKM memilih untuk tidak masuk dalam roda bisnis koperasi simpan pinjam karena Yanti dan anggota merindukan koperasi yang berbicara mengenai konsep bisnis yang lebih luas. Yanti juga memiliki mimpi bagaimana MKKM ini nantinya dapat memberikan sumbangsih lebih luas termasuk dalam hal Pendidikan. Mengingat stigma masyarakat umum soal koperasi terbatas dalam koperasi simpan pinjam saja. “teman-teman merindukan koperasi yang anti-mainstream tidak hanya bicara simpan pinjam tapi juga bicara pasar yang lebih luas, perluasan pasar dan usaha yang lebih mandiri”, kata Yanti dalam wawancara melalui aplikasi Whatsapp Call.

Inisiasi dari Yanti itu ternyata mendapat respon yang baik dilingkungan pegiat kreatif dan generasi millennial di Kota Malang. Respon yang baik ini Yanti sambut dengan menjadikan koperasi juga sebagai ruang knowledge management yang mana terjadi transfer pengetahuan di dalam koperasinya. Sehingga selama tiga tahun MKKM berdiri ini, Yanti masih berfokus bagaimana membuat MKKM ini menjadi koperasi yang kuat secara Sumber Daya Manusianya (SDM).  “kita mau intens penguatan internal dulu sebelum kita blow up ke sosial media, fokus penguatan pengurus, dan mengembangkan unit bisnis, dan model bisnis serta potensi pasar digital”, kata ketua MKKM tersebut.

Tiga tahun MKKM berdiri sudah melahirkan banyak inovasi unit bisnis antara lain seperti mbois mart, mbois move, mbois café, mbois catering, mbois exhibition. Saat ini MKKM juga sedang mengembangkan lini bisnis baru mbois equipment yang mana konsepnya adalah memodali anggota yang membutuhkan peralatan untuk membantu usahanya lalu kemudian mengangsurnya melalui koperasi dengan bunga yang ringan. Sehingga konsepnya, dalam ruang MKKM adalah saling menghidupi masing-masing anggotanya.  Instrumen yang digunakan untuk menjadi modal perputarannya sama yaitu Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib.

MKKM ini juga membangun jaringan kemitraan bersama dengan anggotanya. Fokus penguatan internal itu benar-benar dibangun oleh semua anggota koperasi. Sehingga tidak hanya fokus pada profit semata tapi juga menciptakan ekosistem di dalam tubuh koperasinya sehingga semua anggota tidak hanya mendapatkan manfaat materiil tapi juga immaterial. Hasilnya dari ekosistem yang terbangun itu dapat dirasakan ketika kondisi krisis seperti pandemi saat ini. “dari pengalaman saya memmbangun ekosistem di PELANUSA itu akhirnya terasa saat pandemi kondisi krisis seperti ini, anggota-anggota bisa fokus mengembangkan diri masing-masing jadi hampir seratus persen tidak ada yang menganggur selama masa pandemi”, kata Yanti.



Baik MKKM dan PELANUSA tidak dapat besar sendiri dalam membangun ekosistem berkoperasi yang melek teknologi. MKKM diproduksi untuk mengumpulkan talenta-talenta kreatif sociopreneur. Semangat kolaborasi menjadi kunci tujuan MKKM untuk eksis memberi warna baru di Kota Malang. Karena bentuk koperasi itu bisa didorong untuk mengisi ruang millennial bahwa kepemilikan bersama menjadi pondasi ekonomi yang berkelanjutan.

Kunci sukses MKKM dalam berkoperasi adalah komitmen anggota. Inisiasi dari setiap individu termasuk pertanyaan-pertanyaan yang menghiasi dinamika organisasi adalah yang membuat MKKM bisa berjalan selama tiga tahun ini. Kesamaan visi tiap individu di dalam organisasi menjadi hal utama untuk MKKM, karena MKKM bukan hanya berbicara bisnis tapi bagaimana setiap anggota dapat terberdayakan. Saat ini MKKM sedang mengembangkan pasar digital atau pasarmbois.com. “Kunci sukses ini karena anggota memiliki komitmen kuat, orang-orang benar-benar mewarnai inisiasi, banyak pertanyaan dari anggota yang terus menerus membuat kita mengeksplorasi hal-hal baru”, kata Yanti. []


Anda bisa meninggalkan No. Ponsel bila memilih "Ingin memahami lebih lanjut"

Related Posts

Leave A Comment