Blog Single

03 Oct

Gerai Kopi Mi, Bukan Outlet Kuliner, Tapi Gerakan Besutan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Lho

Gelombang iklim kreatif dan Inovasi di abad ke-21 disambut baik oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang. “Gerakan Terintegrasi Koperasi dan Usaha Mikro (Gerai Kopi & Mi)” merupakan sebuah program besutan Pemkot Semarang dalam rangka meningkatkan perekonomian di Kota Atlas tersebut. Program berbasis Gerakan yang diluncurkan 24 Agustus 2019 ini bertujuan sebagai wadah pertemuan koperasi dan usaha mikro untuk pengembangan usahanya sehingga koperasi menjadi sehat dan usaha mikro dapat naik kelas. Inovasi dari Dinkop Kota Semarang ini adalah jawaban dari asusmsi umum bahwa institusi pemerintahan atau dinas itu kaku dan tertutup. Dinas daerah pun nyatanya mampu membuat gerakan inovatif yang mampu mendorong ekosistem inovasi di lingkunan koperasi dan UMKM.

Gerakan ini membawa visi “Dengan Gerakan Terintegrasi antara Koperasi dan Usaha Mikro Masyarakat Semakin Sejahtera”. Kemudian diterjemahkan dalam misi yang dibawa untuk “Menumbuhkembangkan koperasi menjadi sehat dan usaha mikro naik kelas”. Melalui visi dan misi yang dibawa oleh Gerakan ini harapannya bisa mendorong dan memajukan UMKM untuk menghasilkan produk yang memiliki daya jual dan daya saing. Selain itu, ini adalah langkah konkrit Kota Semarang untuk menjadi Kota Koperasi dan UMKM. “Target utamanya yakni mencapai Kota Semarang sebagai Kota Koperasi dan UMKM Milenial pada 2020”, ujar Bambang Suranggono selaku Kepala Dinkop dan UMKM Kota Semarang.

Pijakan awal dari Gerakan ini dilakukan melalui kegiatan Safari Gerai Kopi & Mi di 200 lokasi pada tahun 2019. Safari itu dilakukan mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tempat-tempat strategis yang ada di Kota Semarang. Melalui Safari itu pula dibentuklah Gerai Kopi & Mi beserta dengan pengurusnya di semua wilayah Kota Semarang yang meliputi 177 Kelurahan, 16 Kecamatan. Dikop Kota Semarang juga menambahkan 7 lokasi startaegis yang menjadi pusat keramain seperti Kota Lama, di Balai Kota, Pusat Layanan Usaha Mikro Kita Semarang (Pusmiong) di Pasar UMKM Srondol, Pasar Bulu, dan lokasi strategis lain di Kota Semarang.



Selama kegiatan Safari Gerai Kopi & Mi dijalankan, Pemkot Semarang juga menginisiasi dibentuknya Forum Gerai Kopi & Mi Semarang (FGKS). FGKS ini adalah suatu wadah silahturahmi bagi pelaku-pelaku usaha mikro dan anggota Gerakan koperasi di tingkat Kota Semarang. Wadah silahturahmi ini juga bertujuan untuk pemberdayaan sesama anggota forum dalam mencari solusi ketika ada suatu masalah dalam aktivitas bisnisnya. Tertanggal 16 Desember 2019 secara sah melalui Keputusan Walikota Semarang No 518/1255 maka dibentuk struktur organisasi dari FGKS sebagai pegangan dan legitimasi dalam pelaksanaan operasional organisasi. Pembentukan FGKS ini juga tidak berbelit hanya membutuhkan waktu singkat. Bertepatan dengan itu pula, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi secara resmi melantik dan mengukuhkan pengurus dari Gerai Kopi & Mi bertempat di Balairung Universitas PGRI Semarang. “mulai muncul ide/gagasan sampai terbentuk FGKS kurang lebih 3 bulan. Kemudian setelah itu tetap dilakukan perbaikan-perbaikan dalam proses implementasinya”, Tri Nurdyastuti selaku Kepala Bidang Perijinan dan Kelembagaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.

Keberhasilan program ini juga ditorehkan dalam bentuk terselenggaranya Event besar yaitu Festival Kuliner di Jalan Depok, Kota Semarang. Peluncuran Festival Kuliner Depok ini telah dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2020 yang dihadiri oleh Walikota Semarang dan  Menteri Koperasi Dan UMKM. Dalam acara ini melibatkan 72 tenant kuliner yang mana 32 dari tenant adalah Binaan dari Dinkop Kota Semarang. 

Selain dampak yang didapat oleh para UMKM, program berbasis Gerakan ini juga memiliki dampak yang baik ke dalam Internal Dinkop. Gerai – gerai yang tersebar dapat menjadi sumber data bagi Dinkop untuk menentukan kebijakan atau program yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, Gerakan ini juga dapat menjadi sinergi dari kegiatan-kegiatan Dinkop ke depan. “Hasil yang dicapai setelah dilakukan inovasi ini adalah pemerintah memiliki pedoman dalam menentukan kebijakan dan program kegiatan yang telah disiapkan oleh Dinkop juga menjadi tepat sasaran”, ujar Kabid Perijinan dan Kelembagaan Dinkop Kota Semarang tersebut.

Kunci suskes dari berjalannya program berbasis Gerakan ini adalah pada konsistensi dan komitmen terhadap kemajuan inovasi. Instansi pemerintah seperti Dinas hari ini harus mampu merubah atau setidaknya menghilangkan wajah pemerintahan yang kaku. Dukungan dari pimpinan sangat berarti karena akan terkait dari keberlanjutan dan prioritas program yang sedang dijalankan. “awalnya adalah ide/gagasan yang kemudian mendapatkan dukungan dari pimpinan, bersama-sama komitmen yang tinggi, dan SDM nya juga harus dipersiapkan memiliki growth mindset”,, ujar Tri Nurdyastuti. []


Anda bisa meninggalkan No. Ponsel bila memilih "Ingin memahami lebih lanjut"

Related Posts

Comments

There are 4 comments on this post.

  1. Khairil Anam

    October 3, 2020

    Reply

    Terimakasih untuk informasi dan masukan dari artikel inovasi koperasi, dengan membaca artikel tersebut bisa menumbuhkan inspirasi untuk inovasi usaha koperasi di kabupaten Sampang
    #ppklsampang

  2. Salbani

    October 3, 2020

    Reply

    Kami selaku pelaku USAHA MIKRO KECIL ini
    Jadi terinsvirasi & termotivasi dengan artikel di atas.
    Sehingga dengan adanya Aplikasi INOVASI & TRANSFORMASI DIGITAL KOPERASI sangat penting dan berguna.
    Apalagi dengan adanya Program bantuan pemerintah untuk pelaku UMKM.

  3. AZHAR

    October 3, 2020

    Reply

    alhamdulillah saya jadi lebih termotipasi

  4. Ming Suprihadi Perry

    October 3, 2020

    Reply

    Membangun usaha di garis bawah masyarakat kecil dan menengah merupakan program yg selalu di konsentrasi serius oleh Kementerian Koperasi serta lembaga2 resminya dgn bertujuan murni serta terarah perekonomian serta taraf penghasilan di masyarakat2 kota dan daerah2 hingga ke pelosok semakin menghasilkan nilai tambah dan menunjang , dgn demikian pendapatan Daerah tentunya akan terdukung secara sektoriil nya.

Leave A Comment