Blog Single

30 Sep

Laporan Infografis, Agar Anggota Betah Baca LPJ

Koperasi Karya Utama Nusantara atau Kopkun merupakan koperasi primer dengan core business swalayan modern. Saat ini anggotanya mencapai 1500 orang yang memiliki empat gerai swalayan. Berdiri 14 tahun silam. Sebagai koperasi, saban tahun Kopkun menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan atau RAT sebagaimana koperasi lainnya. Di sana Laporan Pertanggungjawab (LPJ) Pengurus dan Pengawas disampaikan secara langsung.

Sudah lima tahun terakhir ini Kopkun menyajikan LPJ dalam format infografis. “Tujuannya sederhana, agar anggota betah membaca laporan pertanggungjawaban dari Pengurus dan Pengawas. Di dalamnya tak hanya memuat tabel berisi angka-angka serta teks yang panjang, namun juga berbagai foto aktivitas, diagram dan peraga lainnya”, ujar Herliana, HC., Ketua Pengurus Kopkun.

Perubahan perwajahan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kontrol anggota kepada koperasi. Melalui format khusus, anggota bisa langsung membaca beberapa variabel mendasar di keuangan, organisasi, bisnis dan variabel lainnya. Dengan cara seperti ini anggota bisa langsung memahami perkembangan koperasi Kopkun dari tahun ke tahun.

“Kami memperhatikan pada tahun sebelumnya di mana LPJ hanya berisi teks dan tabel, banyak anggota tak membacanya dengan seksama. Termasuk juga kurang memahami, misalnya tabel neraca, kolom-kolom dan angka-angka mana yang harus diperhatikan. LPJ seperti itu juga kami nilai sangat garing, tidak bisa menyajikan berbagai dinamika serta aktivitas koperasi selama satu tahun”, sambung pria berusia 38 tahun itu.

Laporan pertanggungjawaban sesungguhnya media edukasi bagi anggota. Penting sekali menyesuaikan dengan kenyamanan anggota sehingga mereka bisa membacanya atau menyimaknya secara mendalam. Pada format konvensional, di mana berisi tabel dan teks, banyak anggota yang langsung melompat ke laporan rugi-laba serta lampiran daftar Simpanan Pokok/ Simpanan Wajib mereka. Berbagai aktivitas lain, yang tersajikan dalam teks naratif jarang mereka baca.

Herliana mengungkapkan setelah Kopkun mengubah perwajahan LPJ, sekarang banyak anggota yang membacanya dengan tuntas. Berbagai sentuhan desain grafis ditambahkan yang membuat LPJ menjadi kaya informasi, makna, narasi dan gambar. Cara membuatnya sederhana, cukup membeli template PowerPoint (PPT) yang bagus, yang sesuai selera dan gaya yang dikehendaki. Lalu memasukkan berbagai konten laporan dalam template tersebut. 

“Memang butuh skill khusus, namun rata-rata anak muda bisa melakukannya. Kebetulan di Kopkun Manajernya masih muda-muda” sambungnya. Satu template yang ada bisa digunakan berkali-kali pada LPJ tahun-tahun berikutnya. Yang berbeda adalah halaman muka, foto dan aneka konten di dalamnya. “Malah lebih enak menyiapkan LPJ seperti ini, tidak banyak ngetik teks”.

Di perusahaan swasta hal ini sudah dilakukan sejak dulu. Apalagi mereka sudah terbiasa menyiapkan dan mempunyai management dashboard sebuah sarana untuk memantau kinerja perusahaan dengan menggunakan elemen-elemen kunci atau KPI tertentu. Model management dashboard ini bila diturunkan atau dicetak menjadi LPJ, jadilah infografis. Cukup tambahkan narasi atau kalimat-kalimat penjelasnya pada hal-hal yang perlu ditekankan.

Sekarang zaman sudah berubah, maka gaya juga harus disesuaikan. Hal itu yang melandasi inisiatif sederhana itu. “Kelihatannya remeh, hanya mengubah perwajahan. Namun tujuannya besar, yakni anggota makin mudah memahami capaian atau kinerja koperasi. Caranya, dengan menyampaikannya secara sederhana. Bayangkan LPJ yang penuh teks dan tabel, itu rasanya seperti anggota masuk ke hutan belantara. Mereka tak tahu, mana-mana yang harus diperhatikan lebih, mana-mana yang secukupnya. Dengan format infografis ini, Pengurus bisa menyampaikan highlight yang menjadi fokus pada tahun itu. Capaian yang kuantitatif dan kualitatif bisa disajikan semua dengan bobot yang proporsional”, katanya.



Dulu Koperasi Kopkun banyak menggandakan / mencetak buku LPJ, sejak tahun 2012 anggota sepakat untuk mengurangi penggunaan kertas. Dengan format infografis ini, LPJ lalu dikonversi ke PDF dan anggota bisa membacanya di ponsel masing-masing. Jadilah menjadi hidup karena kaya warna. Berbagai informasi tautan (link website) bisa disertakan untuk melengkapi laporan. Lalu anggota bisa menuju ke tautan yang dimaksud dan membacanya lebih dalam.

“Kita harus mengenali potensi yang disediakan teknologi yang ada sehari-hari. Mengoptimalisasikannya untuk menghasilkan nilai yang baru. PowerPoint itu sudah kita pakai dari dulu. Tinggal kita sesuikan template yang bagus, tampilan jadi optimal. Jadi kami tak melakukan sesuatu yang sama sekali baru. Hanya mengoptimalkannya saja. Yang terpenting adalah mindset, bahwa ada 1001 cara untuk melakukan sesuatu. LPJ ya bisa juga dikreasi secara infografis sehingga tidak monoton”, jelasnya. []


Anda bisa meninggalkan No. Ponsel bila memilih "Ingin memahami lebih lanjut"

Related Posts

Leave A Comment