Blog Single

30 Sep

Keling Kumang Group, Aksi Pemekaran Koperasi

Mulanya dari Credit Union Keling Kumang yang berdiri tahun 1993. Saat ini anggotanya mencapai 183 ribu orang dengan 65 kantor cabang. Total asetnya mencapai 1,5 trilyun rupiah yang semuanya murni dari partisipasi anggota. Keling Kumang berlokasi di Pontianak, Kalimantan Barat. Provinsi yang terkenal sebagai basis koperasi besar, karena di sana banyak credit union yang besar-besar dengan anggota ratusan ribu dan aset trilyun rupiah.

Sejak tahun 2014 Keling Kumang telah memekarkan diri ke beberapa koperasi, perusahaan dan juga yayasan. Di bawah Keling Kumang Group, ada beberapa entitas yang tergabung di dalamnya: CU Keling Kumang, Koperasi Produksi K77, Koperasi Konsumsi K52, Koperasi Jasa Laja Hotel, PT. Betang Agro, CV. Gemilang Auto, Yayasan Pendidikan (sekolah menengah kejuruan) serta yayasan konservasi. Praktika ini dimulai dari kebutuhan anggota di sisi non-keuangan. Visinya, “Konglomerasi sosial-ekonomi kebanggaan bangsa” dengan misi “Kalimantan tanpa kemiskinan”.

Masing-masing lembaga, seperti koperasi berdiri sendiri dengan Pengurus dan Manajemen mandiri. Basis anggotanya pun sendiri-sendiri. Meski satu anggota bisa menjadi anggota di primer yang lain. Misalnya menjadi anggota CU untuk akses layanan keuangan, kemudian menjadi anggota K52 untuk akses kebutuhan konsumsi. Mereka bisa double membership pada primer-primer yang ada.

Struktur Personalia Keling Kumang Group tersusun dari lembaga-lembaga di bawahnya. Tiap lembaga mendelegasikan wakil ke grup. Grup ini berperan laiknya koperasi sekunder yang menganut azas subsidiaritas. Azas ini kurang-lebih menggariskan, “Apa-apa yang bisa dikerjakan primer, tidak dikerjakan oleh grup. Apa-apa yang tak bisa dikerjakan primer, dikerjakan oleh grup”. Dengan prinsip ini terjadi bagi peran yang proporsional antara primer dengan grupnya sehingga tidak over lapping peran atau tugas.

Tiap bulan selain memberikan laporan ke Pengurus/ Pengelola Primer, tiap entitas juga mengirimkan laporannya ke grup. “Grup memiliki manajemen sendiri, yang operasionalnya dikendalikan oleh Managing Director. Nah manajemen grup ini yang mengonsolidasi laporan bulanan primer/ lembaga di bawahnya. Manajemen grup ini dibiayai oleh primer/ lembaga di bawah grup”, ujar Mikael, Ketua Keling Kumang Group dan CU Keling Kumang.

Pendirian grup ini bertujuan untuk : 1). Mengikat semua unit-unit bisnis yang dilahirkan oleh CU KK dalam satu integrated network; 2). Membangun dan memperkuat jaringan (lokal-nasional-internasional); 3). Mengawal dan memperkuat tata kelola unit-unit bisnis; 4). Memperkuat unit-unit bisnis agar bisa mandiri dan berkelanjutan dan berkontribusi terhadap kesejahteraan anggota (melalui entrepreneurship program) dan 5). Meningkatkan Kemandirian KKG dan Unit-Unit.

Keling Kumang Group berbadan hukum Perkumpulan. Resminya bediri pada Juli 2014. Tiap tahun mereka menyelenggarakan Rapat Anggota Perkumpulan yang dihadiri oleh wakil-wakil dari unit/ primer. Pada rapat itu dibahas capaian tiap entitas berikut mengonsolidasi rencana pengembangannya. Hasilnya sebuah rencana pengembangan yang padu antara satu dengan lainnya. Misalnya pengembangan PT. Betang Agro, yang bergerak di sektor perkebunan kakao, terpadu dengan pengembangan keanggotaan CU Keling Kumang. 

Dalam melakukan pemekaran ini, beberapa kali Keling Kumang mengalami kegagalan. Seperti pada kasus pengembangan koperasi konsumsi, yang mereka harus menutup beberapa gerai swalayan karena salah kelola. Mikael menyampaikan, “Setelah kami refleksikan, ternyata kunci sukses pemekaran itu bukan pada sektor bisnisnya, tapi pada manusianya, SDMnya. Yaitu, siapa yang expert dan akan mengelola unit atau lembaga tersebut”, terangnya.



Pada isu itu, grup hadir dengan memberikan layanan pelatihan kepada primer/ lembaga terkait. Juga membangun kerjasama strategik, lokal-nasional-internasional, dengan berbagai pihak atau stakeholder terkait. Pada kasus primer/ lembaga yang mengalami kesulitan, grup akan memberikan intervensi khusus sampai sehat atau fit. Bahkan grup bisa memfasilitasi antar primer/ lembaga terkait kebutuhan SDM. “Primer yang baru berdiri kadang masih sulit untuk menyediakan pengelola sendiri. Hal itu kami solusikan dengan mengambil dari SDM primer/ lembaga lain. Termasuk penggajiannya pun bisa disubsidi”, sambungnya.

Keling Kumang Group pernah melakukan studi banding ke Sanasa Group, Sri Lanka yang memiliki lebih dari 12 entitas koperasi/ lembaga di bawahnya. Mereka menguasai beberapa sektor strategis termasuk perusahaan penyiaran, asuransi, perbankan, kampus dan lainnya. Itulah salah satu sumber inspirasi mereka ketika melakukan pemekaran kelembagaan. []


Anda bisa meninggalkan No. Ponsel bila memilih "Ingin memahami lebih lanjut"

Related Posts

Leave A Comment