Blog Single

09 Sep

Ngemben, Sitkom Besutan NEU Banyumas

Koperasi tak mau ketinggalan dengan Bu Tejo, salah satunya NEU Banyumas. Mereka memproduksi serial film pendek dengan model komedi situasi (sitkom). Produksi perdana ini mereka rilis “Ngemben” yang kalau diindonesiakan kurang-lebih “Waktu mendatang”.

Dengan menggunakan bahasa Banyumasan yang khas, film ini menarik perhatian penonton. Salah satu cuplikan dialognya begini. Suami ke istri, “Setiap bapake gajian, nomor siji disisihna nggo  ditabung. Ya semending-mending lah nggo ditabung. Nggo jaga-jaga mbok jare sapa, dewek nduwe butuhan mendadak. Dadi kan dewek ana tabungan semending-mending. Mbok anake dewek njaluk sepit, piye jajal. Dewek bisa nyepitna”. Si istri lalu menegaskan dengan nada bertanya, “Apa Pak? Njaluk sepit, anake dewek? Ora bakal Pak, anake dewek ora bakal njaluk sepit. Lho mbok anake dewek wadon Pak!



Itu salah satu punchline yang muncul di sitkom Ngemben yang bikin penonton geli. Sitkom ini dibuat oleh karyawan-karyawan KPRI NEU Banyumas kolaborasi dengan kameramen lokal yang masih SMK. “Butuh waktu satu mingguan untuk memproduksi film ini, mulai dari perencanaan sampai dengan pembuatan naskah dialognya”, ujar Mulkan Putra, HC., Manajer Organisasi.

Pembuatan film itu melengkapi media edukasi dalam bentuk buletin sudah diterbitkan berkala untuk anggota. Mulkan mengatakan bahwa film ini bertujuan untuk mengedukasi anggota dengan nuansa lebih santai. Sebelumnya edukasi dilakukan melalui metode kelas, presentasi yang dianggap monoton. Dengan metode film sitkom, harapannya anggota bisa tetap bisa memperoleh nilai-nilai edukatif secara menyenangkan.

Selaku Pimpro, Mulkan menerangkan lebih lanjut, “Jadi kita terinspirasi sama film sitkom polisi, terus “Bocah ngapak ya” dan terakhir Bu Tejo. Kita lihat sitkom seperti itu diminati masyarakat bahkan sampai viral. Lalu mulailah kami berpikir untuk membuat sitkom dan sekarang bisa rilis juga”.

Pengerjaannya dilakukan bersama lima karyawan NEU lainnya. “Alhamdulillah bila sitkom kemarin bisa diterima penonton, karena yang terpenting pertama kali adalah diterima dulu oleh masyarakat. Selanjutnya tinggal menyempurnakan mulai dari ide cerita, pembangunan karakter tokoh dan teknis lainnya. Apalagi itu dibuat oleh karyawan-karyawan yang sebelumnya tak pernah bikin sitkom”, terang Sarwono, HC., General Manajer.

Bagi NEU, KPRI yang telah berdiri sejak 1947 dengan anggota kalangan dokter, karyawan rumah sakit RSUD Banyumas, sitkom ini menjadi nilai baru bagi mereka. Menggabungkan antara edukasi, soft marketing, brand awareness dan juga kemampuannya untuk membangun keintiman dengan anggota. Media film menjadi sarana efektif yang bisa memadukan semuanya.

Dalam produksi pertama ini belum ada biaya yang dianggarkan karena sifatnya masih uji coba. “Di waktu mendatang kita akan anggarkan secara jangka panjang agar kualitasnya bisa lebih bagus dan kontinyu. Kreativitas serta inovasi yang dilakukan para karyawan ini membuat saya bangga”, terang Sarwono. Hal itu sesungguhnya sesuai dengan visi Koperasi NEU yang memaklumatkan diri sebagai organisasi pembelajar. Wujudnya, kreativitas, inovasi para karyawan yang selalu melahirkan ide-ide, terobosan, langkah baru dalam mengembangkan koperasi baik dari segi organisasi maupun bisnis atau layanannya.



KPRI NEU RSUD Banyumas kini memiliki anggota 799 orang diurusi lima orang personil, yaitu Pengurus saat ini yaitu Tulus Setiono (Ketua), Supriyanto (Sekretaris I), Yusrianti Rohmah (Sekretaris II), Irnidya Harmiastuti (Bendahara I), Ratna Puspasari (Bendahara II). Dengan struktur Pengawas yaitu Bambang Riadiyono (Ketua), Wahyu Ikka Setyarini (Anggota) dan Achadi Kusdiantoro (Anggota).[]


Anda bisa meninggalkan No. Ponsel bila memilih "Ingin memahami lebih lanjut"

Related Posts

Leave A Comment